Berdasarkan data tersebut, rata-rata terjadi 12 kali usaha peretasan tiap harinya sejak awal tahun 2011. Pengadopsian perangkat bergerak, seperti smartphone dan pc tablet, oleh perusahaan juga mendorong makin gencarnya serbuan keamanan pada perangkat-perangkat ini. Sebab, perangkat ini merupakan salah satu jalur yang bisa digunakan untuk mengakses jaringan perusahaan. Sehingga, IBM memandang perlu peningkatan keamanan bagi perangkat-perangkat ini. Sebab IBM X-Force menilai banyak vendor ponsel lamban dalam mengeluarkan update keamanan untuk perangkat mereka.Selain itu, penyebaran malware ini juga seringkali terjadi melalui pasar aplikasi pihak ketiga.
Perangkat bergerak seperti ponsel dan tablet menjadi sasaran empuk malware karena, selain penggunanya semakin banyak, perangkat satu ini juga mudah sekali ditulari virus berbahaya. Misalnya, membuat pesan SMS premium yang menyedot pulsa ketika pengguna mengirim SMS ke nomor tertentu. Beberapa malware digunakan pula untuk mengumpulkan informasi tentang pengguna. Data ini digunakan untuk serangan phishing atau mencuri identitas. Ada juga yang menyebar malware untuk mengamati komunikasi pribadi sang korban atau memonitor dan melacak gerakan mereka melalui teknologi GPS yang ada di ponsel tersebut.
“Selama beberapa tahun, para pengamat khawatir malware akan segera menjadi masalah nyata bagi perangkat bergerak generasi
mendatang,” tutur Nina K Wirahadikusumah, Country Manager, Software Group, IBM Indonesia. ”Tetapi tampaknya ancaman ini sudah di depan mata.”Melihat kerentanan tersebut tim X-Force menyatakan tahun ini sebagai “Tahun Kebocoran Keamanan” karena banyaknya serangan berprofil tinggi dan terobosan ke dalam jaringan yang presentasenya meningkat tiga kali lipat. Untuk itu, berdasarkan riset yang di lakukan X-Force menyarankan agar tim Teknologi Informasi perusahaan secara konsisten menerapkan piranti lunak pengelolaan tambalan dan anti-malware untuk smartphone yang digunakan di lingkungan perusahaan.
0 komentar:
Posting Komentar